Ketepatan tidak hanya diinginkan dalam konteks logistik maritim dan kegiatan berlayar rekreasi, tetapi juga merupakan syarat bagi keselamatan dan efisiensi. Bobot kapal seringkali tidak semudah dipahami seperti angka tunggal pada lembar spesifikasi pabrikan. Hal ini melibatkan kombinasi rumit dari berbagai variabel, mulai dari massa struktural dan dinamika fluida hingga peralatan tambahan dan infrastruktur transportasi.
Angka-angka tersebut sangat penting, baik saat Anda memastikan bahwa transmisi kendaraan penarik Anda mampu bertahan selama proses penarikan di jalan raya, maupun saat Anda menentukan daya apung yang diperlukan untuk sistem dermaga yang dapat dilalui kendaraan. Memahami dampak berat sangatlah penting. Pembahasan ini akan menguraikan unsur-unsur yang membentuk berat perahu ponton, yang akan memberikan kerangka perhitungan dan penerapan yang ketat.

Berat Kering Rata-rata Perahu Pontoon
Untuk melakukan perhitungan yang signifikan, diperlukan titik awal. Dalam industri kelautan, hal ini dikenal sebagai berat kering perahu ponton. Secara harfiah, ini adalah berat kapal saat baru keluar dari pabrik, tanpa bahan bakar, baterai, perlengkapan, penumpang, dan dalam banyak kasus, bahkan tanpa mesinnya sendiri (sesuai dengan standar pelaporan pabrikan).
Dalam konteks pasar perahu ponton saat ini, berat kering rata-rata perahu ponton pada konfigurasi standar biasanya berkisar antara 1.800 hingga 2.500 pon. Namun, hal ini membentuk kurva lonceng yang melebar di kedua ujungnya.
Data historis menunjukkan adanya tren besar: perahu menjadi semakin berat. Sebuah perahu ponton berukuran 20 kaki pada akhir tahun 1990-an biasanya memiliki berat sekitar 1.600 pon. Perahu dengan panjang serupa saat ini, seperti ponton modern, sering kali memiliki berat lebih dari 2.200 pon. Peningkatan ini bukan disebabkan oleh ketidakefisienan, melainkan evolusi struktural. Ponton kontemporer memiliki tabung aluminium dengan diameter yang lebih besar (menggantikan standar 23 inci dengan 25 inci atau 27 inci), ketebalan aluminium yang lebih tebal untuk memperkuatnya, serta fitur-fitur mewah yang jauh lebih banyak. Perubahan dari tongkang memancing sederhana menjadi ponton mewah telah membutuhkan peningkatan massa.
Contoh Merek dan Model berdasarkan berat
Untuk menunjukkan perbedaan kapasitas muatan di seluruh segmen pasar, kita perlu mempertimbangkan beberapa data dari berbagai ukuran kapal. Bobot kapal sangat berkaitan erat dengan tujuan penggunaannya—model kapal berkinerja tinggi memerlukan penguatan struktural yang menambah bobot, sedangkan model kapal penangkap ikan kelas pemula harus ringan.
Tabel di bawah ini menyajikan gambaran umum mengenai produsen-produsen terkemuka, lengkap dengan perbandingan panjang, berat kering, dan kapasitas penumpang. Catat perubahan berat profil perahu saat ditambahkan tabung ketiga (tritoon).
| Merek | Model | Panjang (kaki) | Konfigurasi Tabung | Perkiraan Berat Kering (lbs) | Max Kapasitas (Orang) |
| Pelacak Matahari | Bass Buggy 16 DLX | 18 kaki 5 inci | 2 Tabung | 1,535 | 7 |
| Pelacak Matahari | Party Barge 22 RF DLX | 24′ 2″ | 2 Tabung | 2,188 | 11 |
| Bennington | 20 SVL | 21′ | 2 Tabung | 1,954 | 10 |
| Bennington | 25 Q Swingback | 27′ | Tritoon | 3,854 | 16 |
| Harris | Cruiser 210 | 22′ 3″ | 2 Tabung | 2,308 | 11 |
| Godfrey | Sweetwater 2286 | 23 menit 11 detik | 2 Tabung | 2,150 | 12 |
| Sylvan | Mirage 8520 Cruise | 20′ 10″ | 2 Tabung | 1,875 | 9 |
| Manitou | Jelajahi 24 Max | 24′ 4″ | Tritoon | 3,675 | 13 |
Analisis Data: Perbedaan bobot yang signifikan terlihat antara konfigurasi tabung ganda standar dan tritoon performa. Sebagai gambaran, perahu ponton Bennington seperti model 25 Q, yang menggunakan paket performa tritoon, memiliki bobot hampir dua kali lipat dari model dasar 20 SVL. Hal ini menunjukkan bahwa pada model yang lebih besar, setiap kaki penambahan panjang akan menghasilkan penambahan bobot sekitar 100–150 pon pada model standar, namun jauh lebih besar pada lambung performa.
Faktor-faktor Utama yang Mempengaruhi Bobot Perahu Pontoon
Berat kering hanyalah kerangka; organ dan otot yang menempel pada kerangka itulah yang membuat fungsi tersebut dapat berjalan. Ada faktor-faktor lain yang turut menambah massa akhir.
Konfigurasi Pontoon (Jumlah Tabung)
Salah satu faktor utama yang memengaruhi berat adalah jumlah tabung. Kapal tipe twin-tube (bitoon) pada umumnya menggunakan dua tabung untuk menentukan displacement. Namun, performa modern sering kali menuntut konfigurasi triple-tube (tritoon). Penambahan tabung tengah tidak hanya menambah berat tabung aluminium itu sendiri (sekitar 250–400 lbs tergantung panjangnya); hal ini hampir selalu memerlukan paket performa. Paket ini biasanya terdiri dari lifting strakes, lapisan bawah dari aluminium (untuk meminimalkan hambatan air pada palang melintang), dan transom yang diperkuat dan lebih berat untuk menopang mesin yang lebih besar yang diperlukan guna mencapai kecepatan yang lebih tinggi. Akibatnya, pilihan tritoon daripada bitoon cenderung meningkatkan berat rakitan lambung sebesar 400 hingga 600 pon bersih, bahkan sebelum memperhitungkan berat mesin.
Bahan Lambung dan Jenis Konstruksi
Meskipun standar industri yang berlaku adalah aluminium kelas kelautan, massa material sangat ditentukan oleh ketebalan (gauge) logam tersebut. Aluminium dengan ketebalan 0,080 sering digunakan untuk ponton kelas pemula. Model kelas menengah dan kelas atas ditingkatkan menjadi ketebalan 0,090 atau 0,100 untuk memberikan kekakuan struktural, sedangkan untuk penggunaan komersial di perairan berombak, ketebalannya bisa mencapai 0,125.
- Standar.080 Ukuran: Lebih ringan, cocok untuk perairan pedalaman yang tenang
- Tahan Beban Berat, Ketebalan .100+: Hal ini memberikan daya tahan ekstra dan menambah bobot tabung itu sendiri sekitar 15–20 persen.
Selain itu, struktur internalnya pun berbeda. Beberapa model lama atau seri komersial tertentu menggunakan ponton yang diisi busa sebagai sistem daya apung cadangan. Meskipun aman, ponton tersebut jauh lebih berat daripada tabung berongga dengan sekat, terutama ketika busa menyerap air seiring waktu (proses yang disebut “waterlogging”), yang dapat menambah beban tak terlihat hingga ratusan pon sehingga menyulitkan proses penarikan dan pengangkatan.
Arsitektur Lambung dan Diameter Tabung
Selain ketebalan, diameter juga memengaruhi jumlah logam yang digunakan. Tabung dengan diameter lebih besar (misalnya, 27 inci) akan membutuhkan keliling lembaran logam yang lebih besar dibandingkan tabung berdiameter 23 inci. Kapal-kapal yang lebih besar diperlukan untuk menopang dek yang lebih berat pada kapal-kapal mewah modern, yang membentuk siklus peningkatan massa.
Konfigurasi Mesin
Sistem penggerak tersebut berupa struktur kantilever raksasa yang menjulur dari buritan.
- Mesin berdaya 25–50 HP: Beratnya umumnya berkisar antara 150 hingga 250 pon.
- Mesin bertenaga 115–150 HP: 350 hingga 480 pon.
- Lebih dari 300 HP: Mesin tempel V8 berperforma tinggi dapat memiliki berat lebih dari 600 pon.
- Konfigurasi Mesin Ganda: Angka ini langsung berlipat ganda, dan bobot buritan kini melebihi 1.200 pon.
Beban Aksesori dan Superstruktur
bobot yang ringan biasanya terganggu oleh fitur-fitur yang menambah kenyamanan. Atap bimini biasa tidak terlalu berat, sedangkan atap keras permanen atau sistem slide dua tingkat terbuat dari aluminium dan fiberglass seberat ratusan pon. Perabotan yang terbuat dari dasar plastik hasil cetakan rotasi dan busa padat juga merupakan perabotan kelas atas yang dengan cepat menambah bobot. Menambahkan kursi memancing yang dapat berputar atau mengisi kompartemen penyimpanan dengan peralatan memancing dan jangkar semakin menambah beban dibandingkan dengan tempat duduk sederhana berrangka aluminium.
Cairan dan Baterai
Hukum fisika menyatakan bahwa cairan itu berat. Satu galon bensin memiliki berat sekitar 6,1 pon. Tangki standar berkapasitas 30 galon memiliki berat hampir 183 pon saat terisi penuh. Perahu dengan tangki 50 galon memiliki performa yang lebih baik dan dapat mengangkut lebih dari 300 pon bahan bakar. Selain itu, berat baterai kapal berkisar antara 40 hingga 60 pon; sistem motor trolling dengan bank baterai 24v atau 36v dapat menambah berat baterai timbal-asam hampir 200 pon. Perlu dicatat bahwa beban yang berlebihan juga berdampak negatif terhadap efisiensi bahan bakar.
Faktor Trailer
Meskipun trailer perahu tidak berperan dalam pergerakan perahu di air, trailer tersebut tetap merupakan bagian dari logistik.
- Trailer Sumbu Tunggal: 800–1.000 pon (kapal dengan panjang kurang dari 20 kaki).
- Trailer dengan As Ganda: 1.200–1.600 pon (perahu berukuran 20–26 kaki).
- Trailer Tiga As: Lebih dari 1.800 lbs (perahu tritoon mewah berukuran besar).

Definisi: Bobot kering, bobot basah, dan bobot penarik
Ketepatan dalam penggunaan bahasa dapat mencegah terjadinya kerusakan mesin yang merugikan. Ketiga tolok ukur ini penting untuk dibedakan.
- Berat Kering: Ini adalah berat yang diiklankan oleh produsen sebagaimana disebutkan di atas. Biasanya, berat tersebut belum termasuk motor tempel, bahan bakar, aki, atau opsi apa pun yang dipasang oleh dealer. Angka ini bersifat hipotetis; pada dasarnya merupakan nilai minimum yang ideal.
- Berat Basah (Berat Operasional): Ini adalah kapal yang berada di air, dan sudah siap untuk dinyalakan. Kapal ini dilengkapi dengan mesin, tangki bahan bakar dan oli yang penuh, aki, perlengkapan keselamatan (jangkar, alat pemadam kebakaran), serta perlengkapan tambahan di atas kapal. Inilah angka yang diperlukan untuk menghitung kapasitas angkat dan kapasitas sandar.
- Berat Towing (Berat Trailer Bruto): Ini adalah berat total muatan yang harus ditarik oleh mobil Anda. Angka ini mencakup Berat Basah dan berat aktual trailer itu sendiri, serta semua perlengkapan yang ada di dalam perahu selama pengangkutan (kotak pendingin, penutup, perabotan yang dapat dilepas).
- Kapasitas: Jangan salah mengartikan berat perahu dengan Kapasitas Beban-nya. Kapasitas Beban adalah kapasitas hukum lambung perahu untuk mengangkut beban (penumpang, mesin, dan perlengkapan) secara aman tanpa tergenang air, sebagaimana diatur dalam peraturan Penjaga Pantai.
Perhitungan Berat Total yang Ditarik
Untuk mengetahui apakah kendaraan Anda mampu menarik perahu Anda, Anda perlu menghitung berat paket tersebut. Ketidaksamaan berikut harus selalu berlaku:
Kapasitas Penarik Kendaraan > Berat Basah + Berat Trailer + Perlengkapan
Rumus Perkiraan
Karena tidak banyak pemilik yang memiliki timbangan truk industri, kami menghitung berat total dengan menjumlahkan berat masing-masing komponen. Salah satu pedoman praktis yang baik adalah memperkirakan berat peralatan secara berlebihan demi menjamin keselamatan.
Total berat yang ditarik = Wdry + Wengine + Wfuel + Wbatteries + Wtrailer + Wgear
Perkiraan bobot variabel:
- Bahan bakar: Galon × 6,1 pon
- Baterai: ~50 lbs per unit
- Peralatan: 200–400 lbs (jangkar, tali, kotak pendingin, jaket pelampung)
- Trailer: 1.200 lbs (sumbu tandem rata-rata)
Contoh Perhitungan Beton
Kita akan mengambil contoh kasus kapal Harris Cruiser berukuran 22 kaki.
- Berat Kering: 2.300 pon
- Mesin (150 HP): 460 lbs
- Bahan bakar (30 gal): 183 pon
- Baterai (2): 100 pon
- Perlengkapan/Aksesori: 250 pon
- Trailer Tandem: 1.200 pon
- Perhitungan Total: 2.300 + 460 + 183 + 100 + 250 + 1.200 = 4.493 lbs
Dalam hal seperti itu, mobil yang memiliki kapasitas penarik sebesar 3.500 lb akan memiliki struktur yang lemah, dan hal ini dapat menyebabkan transmisi rusak atau daya pengereman mobil berkurang.
Memastikan Kapasitas Kendaraan Penarik
Setelah menghitung beban—berat perahu ponton Anda ditambah trailer—beban tersebut harus sesuai dengan kapasitas kendaraan.
Kapasitas vs. Muatan
Penting untuk membedakan antara Kapasitas Penarik (beban yang dapat ditarik oleh kendaraan) dan Kapasitas Muatan (berat yang dapat ditanggung oleh as roda kendaraan, termasuk penumpang dan beban lidah trailer). Berat lidah trailer biasanya sebesar 10–15 persen dari berat total trailer. Dalam kasus kami (4.493 lbs), berat lidah trailer sekitar 450 lbs. Dengan asumsi SUV Anda memiliki kapasitas muatan 1.200 lbs dan berat lidah trailer sebesar 450 lbs, maka Anda masih memiliki sisa kapasitas sebesar 750 lbs untuk penumpang dan bagasi di dalam mobil.
Membaca Panduan Pengguna
Nilai Berat Kendaraan Kotor (GVWR) dan Nilai Berat Gabungan Kotor (GCWR) adalah nilai-nilai yang tidak dapat dinegosiasikan dan tercantum dalam buku panduan pemilik. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat menimbulkan tanggung jawab hukum.
Kompatibilitas Kendaraan Umum
| Kelas Kendaraan | Kapasitas Penarik (Perkiraan) | Ukuran Ponton yang Sesuai (Perkiraan) |
| Crossover / SUV Kecil | 1.500 – 3.500 pon | Biasanya tidak mencukupi; Hanya tersedia model kecil berukuran 16′ |
| SUV ukuran menengah (misalnya, Explorer) | 5.000 – 5.600 lbs | Ponton Standar 18′ – 22′ |
| Truk setengah ton (misalnya, F-150) | 7.000 – 13.000 pon | 22′ – 26′ Ponton & Triton |
| Truk Tugas Berat (2500/3500) | Lebih dari 15.000 pon | Semua jenis Pontoon (termasuk yang bertingkat dua) |
Perhitungan Kapasitas Angkut Perahu yang Dibutuhkan
Perahu sebaiknya tidak dibiarkan terendam di air saat tidak sedang berlayar, karena berisiko terkena kotoran. Penggunaan kabel dan motor untuk mengangkat perahu dikenal sebagai sistem pengangkatan perahu statis. Rumus ini hanya didasarkan pada Berat Basah (berat keseluruhan perahu saat berada di dalam air).
Kapasitas Angkut yang Diperlukan = Berat basah + Margin Keamanan (20 persen)
Pentingnya Margin Keamanan
Mengapa menggunakan buffer 20%? Lift perahu adalah benda tetap yang biasanya terkena gaya dinamis. Jumlah air hujan di ruang bilge atau pada pelapis jok dapat meningkat hingga ratusan pon dalam semalam. Selain itu, pemilik sering kali meninggalkan kotak pendingin atau peralatan tambahan di atas kapal. Lift yang beroperasi pada kapasitas 99 persen adalah lift yang hampir mengalami kegagalan parah.
Batasan Dimensi
Selain berat, lebar balok juga perlu diperiksa. Sebagian besar ponton memiliki lebar 8,5 kaki. Dudukan pengangkat harus diatur sedemikian rupa agar menopang balok-balok ponton, bukan deknya.
Alternatif Dermaga yang Dapat Dilalui Kendaraan
Sistem dermaga apung yang dapat dilintasi kendaraan merupakan solusi yang lebih baik dalam situasi di mana penggunaan lift mekanis tidak memungkinkan karena perubahan kedalaman air atau masalah pemeliharaan. Di sinilah produsen khusus seperti Hisea Dock terbukti sangat berguna.
Sistem dermaga Hisea menggunakan Polietilen Kepadatan Tinggi (HDPE), berbeda dengan lift kayu atau baja tradisional. Bahan ini bersifat strategis; memiliki kekuatan tarik yang tinggi dan ketahanan benturan spesifik (IZOD), yang penting dalam menyerap energi kinetik saat kapal bersandar. Sistem ini bersifat modular, sehingga tidak memiliki kapasitas tetap dalam arti tradisional, melainkan dirakit sesuai dengan displacement kapal yang bersangkutan. Desain modular memungkinkan pembentukan dermaga berbentuk huruf U atau V yang menopang tabung ponton secara langsung, sehingga mendistribusikan beban secara merata dan menghilangkan titik-titik kegagalan mekanis yang terdapat pada lift kabel.

Bagaimana cara menghitung kapasitas yang dibutuhkan untuk dermaga yang dapat dilintasi kendaraan?
Dermaga yang dapat dilintasi kapal (drive-on docks) beroperasi berdasarkan konsep perpindahan daya apung, bukan pengangkatan mekanis. Untuk merancang sistem yang berfungsi, daya apung bersih yang diperlukan agar kapal benar-benar kering harus dihitung.
Mekanisme Sistem Drive-on
Perencanaan kapasitas memerlukan pemahaman terhadap prinsip Drive-on. Dermaga drive-on adalah jalur peluncuran khusus, berbeda dengan lift mekanis yang mengangkat beban tetap. Sistem ini memanfaatkan daya dorong kapal (dorongan mesin) untuk mengatasi hambatan apung awal dan gesekan, sehingga kapal dapat meluncur ke atas platform. Berat kapal sepenuhnya ditopang oleh daya apung dermaga saat dermaga dalam keadaan kering. Masuknya kapal secara dinamis ini menuntut dermaga memiliki ketahanan benturan yang tinggi serta desain yang mengarahkan lunas kapal ke tengah guna menghindari beban eksentrik yang dapat membuat sistem terbalik selama proses sandar.
Distribusi Beban dan Luas Permukaan
Volume yang terendam merupakan faktor daya apung, sedangkan luas permukaan dan distribusi beban merupakan faktor-faktor stabilitas.
Luas Permukaan: Dermaga dengan luas permukaan yang lebih besar akan menyebabkan air terdorong ke area yang lebih luas, sehingga membentuk landasan yang lebih stabil. Untuk perahu ponton yang memiliki lebar lambung yang besar (biasanya 8,5 kaki), dermaga harus cukup lebar tidak hanya untuk menopang bobotnya, tetapi juga untuk menahan momen goyang jika penumpang terkonsentrasi di satu sisi.
Distribusi Beban: Perahu ponton memusatkan massa di bagian buritan (mesin, tangki bahan bakar, baterai) dan di sepanjang dua tabung paralel. Dermaga yang dapat dilintasi kendaraan harus dirancang agar sesuai dengan pola distribusi massa ini. Sistem modular dapat ditumpuk ganda di bagian buritan dengan menggunakan kubus untuk menopang berat mesin yang berat, namun tetap menjaga bagian haluan tetap ringan. Jika luas permukaan dermaga terlalu kecil dibandingkan dengan pusat gravitasi perahu, sistem tersebut masih dapat menopang beban, namun akan menjadi tidak stabil (mudah terguling) saat diinjak.
Logika Perhitungan
Kapasitas Apung yang Diperlukan > Berat Basah + Beban Statis (Orang yang berjalan di dermaga) + Margin Keamanan.
Dermaga tersebut harus mampu menahan beban perahu dan pada saat yang sama memiliki freeboard yang cukup sehingga pengguna dapat berjalan mengelilingi dermaga tanpa kaki mereka basah.
Hisea Dock menunjukkan kinerja yang baik dalam aplikasi ini berkat rantai pasok dan keahlian tekniknya. Mereka menawarkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, didukung oleh pengalaman manufaktur selama lebih dari 10 tahun serta kapasitas produksi harian sebesar 1.120 unit apung.
- Integritas Struktur: Kubus Hisea Dock dilengkapi dengan lug penghubung setebal 19 mm dan sistem penguncian empat arah, yang membuat kubus-kubus tersebut tetap stabil meskipun beban tritoon seberat 3.000 lb bergeser.
- Penyesuaian: Karena distribusi bobot berbeda-beda di antara merek kapal (seperti yang ditunjukkan dalam tabel merek kami), kemampuan Hisea Dock untuk menyesuaikan tata letak dalam waktu 10–15 hari menghasilkan ukuran dermaga yang sangat sesuai dengan geometri lambung kapal.
- Ketahanan: HDPE yang tahan sinar UV digunakan agar dermaga dapat menahan tekanan lingkungan yang sama seperti yang dihadapi perahu itu sendiri, dan memiliki masa pakai 20-30% lebih lama daripada produk pesaing. Ketahanan ini, yang didukung oleh garansi 5 tahun, mengubah perhitungan ekonomi kepemilikan dermaga menjadi aset modal jangka panjang, bukan sekadar biaya barang habis pakai.
Kesimpulan
Variabel terpenting dalam semua perhitungan terkait kepemilikan perahu ponton adalah beratnya. Hal ini menentukan ukuran mesin yang diperlukan agar perahu dapat beroperasi, jenis kendaraan yang diperlukan untuk menariknya, serta persyaratan teknis sistem penyimpanan yang akan digunakan untuk mengamankannya.
Baik Anda seorang pemilik pribadi yang sedang mencari perahu ponton yang sempurna atau seorang operator yang mengelola armada untuk Avalon Pontoon Adventures (atau layanan penyewaan serupa), memahami massa merupakan hal yang sangat penting. Dengan tidak hanya mengandalkan angka berat kering yang tertera di brosur, melainkan juga menentukan berat operasional sebenarnya, berat basah, dan berat penarik, para pemilik dapat melindungi diri dari risiko. Dalam hal memilih truk pikap tugas berat untuk mengangkut perahu ponton Anda melintasi negara demi petualangan ponton berikutnya atau untuk memasang sistem modular Hisea Dock di properti tepi air, ketepatan dalam perhitungan ini akan membuat investasi tersebut aman, praktis, dan menyenangkan dalam jangka panjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
T: Berapa berat perahu ponton berukuran 20 kaki?
A: Berat kering (hanya perahu dan mesin) sebuah perahu ponton berukuran 20 kaki biasanya berkisar antara 2.000 hingga 2.400 pon. Angka ini dapat bervariasi tergantung pada produsen, bahan, dan ukuran mesin yang dipasang.
T: Berapa berat perahu ponton berukuran 20 kaki (dalam kondisi siap beroperasi)?
A: Berat perahu ponton berukuran 20 kaki sekitar 2.000 hingga 2.400 lbs. dalam kondisi kosong. Namun, jika ditambah dengan bahan bakar (sekitar 6 lbs per galon), perlengkapan, dan penumpang, beratnya saat beroperasi akan jauh lebih besar.
T: Berapa berat perahu ponton sepanjang 24 kaki?
A: Perahu ponton berukuran lebih besar, yaitu 24 kaki, biasanya memiliki berat antara 2.400 hingga 2.880 pon (berat kosong). Perahu-perahu dalam kategori ini juga bisa memiliki bobot yang lebih berat karena fitur-fitur tambahan, seperti mesin yang lebih besar atau model tiga ponton (tritoon), yang dapat membuat beratnya melebihi 3.000 pon.
T: Berapa berat perahu ponton beserta trailernya?
A: Berat total perahu ponton dan trailernya (berat total yang harus Anda tarik) biasanya berkisar antara 3.000 hingga 4.500 atau lebih. Perhitungan ini mencakup berat perahu (misalnya, 2.200 lbs), berat trailer (misalnya, 1.000–1.200 lbs), serta berat bahan bakar dan perlengkapan di dalam perahu.




